Apa Itu Properti Off Plan?

Spread the love

Apa Itu Properti Off Plan?

Berinvestasi di real estat telah populer selama beberapa generasi. Di antara berbagai strategi tersebut, investasi properti off-plan menjadi tren yang meningkat.

Informasi berikut akan mengupas tentang konsep properti off-plan yang mencakup kelebihan dan risiko serta cocok untuk siapa properti off-plan.

Apa Arti Off Plan?

Properti off plan mengacu pada pembelian properti sebelum dibangun. Merupakan komitmen antara pembeli dan pengembang dimana pembeli sepakat untuk membeli properti berdasarkan rencana dan spesifikasi sebelum pembangunan selesai. Daya tarik membeli properti dan pengembangan rencana terletak pada potensi keuntungannya yang tinggi, namun, seperti semua investasi, hal ini juga memiliki risiko dan tantangan.

Alasan Berinvestasi Di Properti Off Plan

Alasan terbesar untuk berinvestasi pada properti off-plan adalah karena properti tersebut dapat menawarkan keuntungan besar dan peluang unik. Bagian ini membahas mengapa beberapa investor lebih memilih membeli properti off-plan.

Potensi Keuntungan

Banyak investor tertarik pada properti off-plan karena potensi kenaikan harga antara saat pembelian dan penyelesaian. Membeli properti di masa depan dengan harga saat ini sering kali berarti penghematan besar terutama ketika harga rumah sedang naik di pasar.

Permintaan Sewa Tinggi

Properti yang baru dibangun, khususnya di lingkungan yang banyak dicari atau sedang berkembang, sering kali dipenuhi dengan permintaan sewa yang tinggi. Permintaan yang tinggi ini seringkali melebihi ketersediaan properti di pasar, sehingga memberikan peluang yang menjanjikan bagi investor untuk menghasilkan pendapatan sewa yang besar. Kondisi pasar yang dinamis seperti ini dapat menghasilkan imbal hasil yang sehat dan pertumbuhan modal, sehingga menjadikan investasi di bidang-bidang ini sangat menarik.

Kualitas Jaminan Pembuatan Baru

Standar dan jaminan konstruksi modern menawarkan jaminan kualitas seperti efisiensi energi yang baik, dan fasilitas modern yang dicari banyak penyewa di properti baru. Pembeli awal mungkin juga memiliki opsi untuk menyesuaikan sendiri aspek-aspek tertentu dari properti yang telah selesai.

Apa Resiko Membeli Properti Off-Plan?

Meskipun peluang untuk sukses dan mendapatkan keuntungan tinggi, berinvestasi pada properti off-plan bukannya tanpa risiko. Kesadaran dan pemahaman akan risiko-risiko ini sangat penting untuk keberhasilan investasi.

Keterlambatan & Kegagalan Konstruksi

Proyek konstruksi dapat mengalami penundaan yang tidak terduga karena berbagai alasan seperti cuaca, masalah rantai pasokan, atau masalah kontraktor. Keterlambatan dalam pembangunan properti baru dapat mengakibatkan tidak adanya pendapatan sewa dalam jangka waktu yang lama, sehingga berdampak pada arus kas investor.

Dalam beberapa kasus yang tidak menguntungkan, seorang pengembang mungkin bangkrut atau gagal menyelesaikan proses konstruksi atau proyek, sehingga menyebabkan investor merugi. Penting bagi Anda untuk melakukan uji tuntas secara menyeluruh sebelum berinvestasi dan memilih pengembang dengan rekam jejak yang terbukti.

Risiko Pasar

Jika pasar properti menurun antara waktu pembelian dan penyelesaian proyek, nilai properti mungkin menurun. Perubahan suku bunga juga dapat berdampak pada biaya pembiayaan, sehingga mempengaruhi laba atas investasi secara keseluruhan.

Perbedaan Antara Rencana dan Produk Akhir

Properti yang sudah jadi mungkin berbeda dari rencana awal, sehingga memengaruhi nilai atau daya tariknya bagi penyewa untuk menarik pembeli. Pengembang yang tidak bermoral mungkin memberikan informasi yang menyesatkan, sehingga menyebabkan ekspektasi tidak terpenuhi. Dengan melakukan riset akan dapat meminimalkan risiko ini dengan memilih pengembang yang bereputasi dan terbukti.

Apakah Investasi Properti Off-Plan Cocok Untuk Saya?

Sebelum berinvestasi pada properti off plan, penting untuk memutuskan apakah properti tersebut sesuai dengan tujuan investasi kamu.

Apakah siap untuk investasi jangka panjang?

Mereka yang ingin berinvestasi pada properti dengan jangka waktu panjang mungkin akan menganggap investasi off-plan menarik, karena mereka bisa mendapatkan keuntungan dari apresiasi harga seiring berjalannya waktu. Namun sebagian besar pengembangan di luar rencana tidak memberikan hasil setidaknya selama 2 tahun karena properti harus dibangun dari awal dan oleh karena itu tidak dapat segera dibalik atau disewakan.

Apakah aman secara finansial?

Mereka yang memiliki dukungan finansial yang kuat dan kemampuan mengelola uang muka serta kemungkinan biaya tak terduga mungkin menganggap opsi ini cocok. Meskipun kami menawarkan paket pembayaran finansial, penting bagi kamu untuk dapat terus melakukan pembayaran.

Apakah kamu termasuk orang yang toleran terhadap risiko?

Investor dengan toleransi risiko lebih tinggi dan mampu menahan potensi penundaan, fluktuasi pasar, dan ketidakpastian lainnya mungkin menganggap investasi properti di luar rencana menjadi menarik. Seperti semua investasi lainnya, terdapat risiko seperti penundaan atau kegagalan pengembang, atau penurunan pasar properti yang dapat menurunkan nilai properti.

Dimana lokasi yang bagus untuk berinvestasi?

Berinvestasi pada properti yang dibeli untuk disewakan di Bali bisa menjadi usaha yang bermanfaat, namun menemukan lokasi yang tepat sangat penting untuk memaksimalkan keuntungan. Lokasi “terbaik” bergantung pada berbagai faktor termasuk anggaran, strategi investasi, hasil sewa, potensi pertumbuhan modal, dan toleransi risiko.

Lokasi dengan potensi hasil yang bagus meliputi Badung, Denpasar, dan Tabanan. Dua wilayah ini biasanya ramai penduduk yang tinggal, sehingga menarik beragam penyewa termasuk para profesional, pelajar, dan keluarga muda. Kota juga merupakan pusat kegiatan budaya, hiburan, perbelanjaan, dan transportasi umum, yang merupakan fitur-fitur yang menarik bagi calon penyewa.

Selain itu ada Gianyar, yang banyak dipilih sebagai sarana investasi properti komersial, khususnya untuk dikembangkan menjadi rumah tinggal sementara atau villa.

Uuntuk pengembangan kompleks hunian, Jimbaran adalah lokasi ideal lantaran peminatnya relatif tinggi dari kalangan milenial.

Sedangka kawasan ramai kunjungan wisatawan seperti Seminyak merupakan salah satu lokasi yang sangat prime di Bali lantaran punya objek pariwisata yang padat dan lengkap.

Lokasi berikutnya yang bagus untuk investasi adalah daerah Ubud. Ubud menjadi salah satu lokasi di Bali yang menawarkan suasana non pantai. Peluang investasi properti di area ini biasanya berupa penyewaan rumah dan villa.

Untuk kawasan Sanur sangat tercermin dari banyaknya wisatawan yang mencari sewaan rumah jangka panjang hingga 30 tahun (leasehold). Lokasinya yang langsung terhubung dengan Jalan By Pass Ngurah Rai menuju Bandara Ngurah Rai banyak memberikan nilai plus.

Nah, itu tadi informasi tentang properti off plan.

Semoga bermanfaat.


Spread the love