Masyarakat tertarik pada gaya hidup ramah lingkungan karena berbagai alasan, baik karena praktik lingkungan yang baik, inisiatif penghematan biaya, atau peluang untuk menanamkan nilai-nilai positif pada generasi muda. Untungnya, kehidupan ramah lingkungan dapat memenuhi semua aspek tersebut secara bersamaan, sekaligus menawarkan manfaat lain pada saat yang bersamaan.
Karena banyaknya waktu yang kita habiskan di rumah, menciptakan rumah yang peka terhadap lingkungan adalah salah satu cara untuk mempraktikkan gaya hidup ramah lingkungan dan memberikan dampak yang serius. Kiat-kiat berikut dapat membantu dalam menjadikan rumah lebih ramah lingkungan sehingga dapat mulai hidup ramah lingkungan mulai sekarang.
Ciptakan Lebih Sedikit Sampah
Banyak kebiasaan sehari-hari yang menghasilkan sampah sebenarnya memiliki alternatif hidup ramah lingkungan. Misalnya, membeli botol air yang tahan lama menghilangkan kebutuhan akan air kemasan plastik, dan menggunakan tas jinjing yang murah untuk keperluan belanja menghilangkan kebutuhan akan kantong plastik yang nantinya akan dibuang. Bayar tagihan secara online dan cari opsi tanpa kertas untuk mengurangi jumlah kertas bekas.
Cari Sumber Makanan Lokal
Semakin pendek jarak perjalanan makanan dari peternakan ke meja makan, semakin sedikit energi yang dikonsumsi dalam perjalanan tersebut. Perhatikan pasar petani dan bagian lokal di supermarket untuk mendapatkan daging, susu, dan produk yang diproduksi secara lokal. Jika makanan tersebut organik dan ditanam tanpa melepaskan bahan kimia yang merusak ke lingkungan, itu akan lebih baik.
Hemat Energi
Mematikan lampu di ruangan kosong adalah tip menghemat energi yang sudah ada sebelum gerakan hidup ramah lingkungan, namun tetap menjadi kebiasaan yang baik untuk diikuti bagi mereka yang tertarik dengan gaya hidup ramah lingkungan. Selain itu, mereka yang tertarik untuk menghemat energi harus menyediakan cahaya buatan untuk tugas-tugas yang memerlukannya. Membuka tirai untuk menyambut sinar matahari di siang hari sering kali dapat memberikan semua cahaya yang diperlukan. Di malam hari, usahakan berjalan selama mungkin sebelum akhirnya menyalakan lampu.
Gunakan Produk Pembersih Ramah Lingkungan
Setiap orang perlu membersihkan, namun beberapa produk pembersih yang dibeli di supermarket dapat berdampak negatif terhadap lingkungan, juga terhadap kesehatan badan. Kamu dapat membuat pembersih ramah lingkungan yang sehat menggunakan bahan-bahan rumah tangga biasa seperti soda kue dan cuka yang akan membuat rumah menjadi bersih dan berkilau tanpa efek samping yang berbahaya.
Kembangkan Halaman Hijau
Jangan lupakan area di luar rumah saat mencoba meningkatkan gaya hidup ramah lingkungan. Carilah tanaman yang tidak membutuhkan banyak air, tanam pohon untuk peneduh dan penahan angin, serta hindari herbisida dan pestisida yang keras untuk membantu mengolah pekarangan agar lebih selaras dengan alam sekitar.
Hilangkan Pemborosan Energi Yang Tidak Berguna
Bahkan mereka yang paling berdedikasi pada kehidupan ramah lingkungan di rumah membuang energi melalui barang-barang rumah tangga yang tidak digunakan. Kelilingi rumah dan cari keran bocor yang perlu diperbaiki, perangkat elektronik dan pengisi daya yang dapat dicabut, serta komputer yang harus dimatikan sepenuhnya. Semua penyesuaian ini akan meningkatkan gaya hidup ramah lingkungan seseorang.
Temukan Alternatif Untuk Membuang
Benda-benda yang tampaknya sudah tidak berguna lagi, mungkin masih ada kehidupannya di tangan orang lain. Sebelum membuang benda tersebut, tentukan apakah benda tersebut dapat didaur ulang , disumbangkan, atau bahkan dijual kepada orang lain. Terakhir, pertimbangkan apakah barang tersebut dapat digunakan kembali – seperti mengubah toples menjadi pot bunga atau ban menjadi ayunan.
Pilih Kain Daripada Kertas
Baik dengan menggunakan kembali kaus lama sebagai kain pembersih atau membeli handuk, kain menghadirkan alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan kertas. Kain lap bisa bertahan bertahun-tahun, sedangkan kertas bekas langsung dibuang. Gunakan handuk kain untuk keperluan bersih-bersih, serbet kain untuk makan, dan popok kain untuk anak-anak.


